Museum Budaya Tengger Penunjang Wisata Bromo

foto
Museum Seni Budaya Tengger dan Galeri Foto di Desa Ngadisari, Probolinggo. Foto: Probolinggokab.go.id.

Peresmian Gedung Tourism Informasi Center (TIC), Museum Seni Budaya Tengger dan Galeri Foto di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo sebagai penunjang wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl).

“Pembangunan fasilitas penunjang wisata Bromo yakni Gedung TIC, Museum Seni Budaya dan Galeri Foto dilakukan sebagai media untuk mempromosikan potensi pariwisata dan seni budaya daerah, sehingga wisatawan dapat menikmati dengan baik dan membawa kesan baik bagi pengunjung,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sidik Widjanarko di Probolinggo kepada Antara.

Menurutnya pembangunan gedung tersebut untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya pariwisata di Kabupaten Probolinggo, terutama untuk menunjang fasilitas objek wisata Gunung Bromo, sehingga wisatawan bisa mendapatkan informasi potensi destinasi wisata lain dan mengenal budaya Tengger.

Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Probolinggo Asy’ari menjelaskan peresmian Gedung Tourism Informasi Center (TIC), Museum Seni Budaya Tengger dan Galeri Foto, serta Art Center (Mini Amphli Theater) dan fasilitas toilet umum merupakan bagian integral dari pembangunan wisata nasional agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan kepariwisataan regional dan nasional.

“Pembangunan gedung itu juga sebagai wahana pelestarian budaya dan peninggalan sejarah masyarakat Tengger sebagai wujud penghargaan atas hasil cipta, rasa dan karya leluhur yang adi luhung,” tuturnya.

Untuk fasilitas Gedung TIC dan Museum Seni Budaya Tengger itu dapat menjadi salah satu penunjang wisata yang berperan aktif atas semua potensi serta kekayaan wisata yang dimiliki Kabupaten Probolinggo.

“Pembagunan Art Centre berupa Mini Amphli Theater sebagai panggung terbuka pertunjukan seni budaya Tengger yang bertujuan untuk melengkapi keindahan penorama alam gunung Bromo melalui pagelaran seni dan budaya khas Tengger secara langsung di tempat terbuka,” katanya.

Peresmian Gedung TIC, Museum Seni Budaya Tengger dan Galeri Foto, serta Art Center (Mini Amphli Theater) dihadiri oleh sesepuh Tengger Bromo Supoyo dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Kepala Disporaparbud M. Sidik Widjanarko, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Tutug Edi Utomo, Camat Sukapura Yulius Christian dan jajaran Forkopimka Sukapura di pendapa Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Sabtu (25/11).

Prosesi peresmian gedung tersebut ditandai dengan pengguntingan untain bunga dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan meninjau tempat galeri dan museum seni dan budaya Tengger. (ant)

Puluhan Seniman Melukis Bareng di Pantai Kutang

foto
Pantai Kutang di Lamongan. Foto: Detik.com/Eko Sudjarwo.

Lebih dari 70 pelukis akan menjadikan dua spot wisata baru di Lamongan sebagai objek lukisan. Para pelukis ini akan melukis massal Pantai Kutang dan Pohon Trinil bertajuk On The Spot Exhibition ‘@RTVENTURE#7’ Jelajah Jatim, 10 Desember mendatang.

Ketua Umum Komunitas Perupa Jawa Timur (Koperjati) Muit Arsa menerangkan, melukis massal ini mereka lakukan sebagai bentuk kecintaan para seniman, terutama pelukis, terhadap ‘surga’ tersembunyi di Lamongan.

“Ada sekitar 71 pelukis yang akan melukis massal di dua lokasi, Pantai Kutang dan Pohon Trinil, di pada 10 Desember mendatang,” terang Muit kepada Detik.com, Senin (27/11).

Muit mengungkapkan, kegiatan melukis massal ini akan diikuti pelukis dari berbagai kota di Jawa Timur yang tergabung di Koperjati. Menurutnya, acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap seni rupa dan memfasilitasi serta memberi wadah para pencinta seni lukis dan budaya di Jawa Timur.

“Kegiatan ini juga untuk mempromosikan potensi pariwisata dan seni budaya Jawa Timur melalui seni rupa,” tutur Muit.

Dua spot di Lamongan ini menjadi lokasi ke-7 di Jawa Timur yang dipilih. “Sebelumnya sudah di Bondowoso, Batu, Kediri, Jombang, Surabaya, Probolinggo dan Lamongan,” ucapnya.

Sejak pendaftaran ditutup, Senin (20/11) lalu, 71 pelukis dari wilayah Jawa Timur mendaftarkan diri. Namun, pihaknya tak menutup pintu bila ada pelukis yang ingin bergabung dalam On The Spot Exhibition ‘@RTVENTURE#7’ Jelajah Jatim di Lamongan tanpa mendaftar terlebih dahulu.

“Yang tidak terdaftar kemungkinan masih banyak, (pendaftaran) Ini supaya jumlahnya terdata saja,” ujar Muit.

Secara terpisah, salah satu pelukis asal Lamongan, Jumartono, menyambut baik digelarnya acara ini. “Jumlah pelukis Lamongan yang dari Lamongan kemungkinan 15-an orang, dan kita kesana meramaikan apalagi sebagai tuan rumah,” paparnya.

Dua spot wisata baru di Lamongan yang akan menjadi objek eksplorasi para seniman lukis ini yakni Pantai Kutang, di Desa Labuhan, dan Pohon Trinil atau Taman Harry Potter di Dusun Widhe, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong.

Dua spot ini sedang ramai diperbincangkan dan menjadi viral. Dua spot ini pun kini sedang berbenah untuk bisa menjadi salah satu jujugan lokasi wisata di Lamongan. (dtc)

Kirab Pemuda Nusantara Berakhir di Candi Simping

foto
Bupati Blitar menyambut peserta kirab di halaman Candi Simping. Foto: Blitarkab.go.id.

Blitar menjadi tempat singgah terakhir dari seluruh rangkaian Kirab Pemuda Nusantara 2017 karena Kabupaten ini memiliki sejarah serta akar budaya yang kuat perjalanan bangsa Indonesia. Kirab ini dilakukan 72 peserta inti, dimulai dari Pulau Miangas, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Filipina pada 26 September lalu.

“Blitar memiliki potensi yang sangat luar biasa, nilai semangat perjuangan tokoh-tokoh besar seperti Raden Wijaya dan Bung Karno. Semangat mereka harus kita gunakan sebagai landasan untuk membangun NKRI,” kata Bupati Blitar Drs H Rijanto, saat menyambut peserta kirab di halaman Candi Simping, Kademangan, Blitar, (5/12).

“Para pemuda harus memiliki semangat juang yang tinggi dan strategi yang hebat untuk dapat menjalankan kehidupan bernegara terutama bagi generasi muda,” imbuhnya.

Melalui kegiatan napak tilas disejumlah tempat bersejarah di Kabupaten Blitar diharapkan peserta kirab dan generasi muda dapat ikut serta melestarikan dan mempelajari kekayaan warisan budaya bangsa dan menerapkan nilai nilai adiluhung nenek moyang.

“Budaya yang kita miliki harus kita jaga dan lestarikan, termasuk mengamalkan nilai nilai luhur bangsa sebagai modal perjuangan dan pembangunan Indonesia,” harap Rijanto.

Kabupaten Blitar terkenal memiliki tempat tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan nusantara. Diantaranya candi Simping yang berada di wilayah Kademangan, Blitar.

Candi Simping Merupakan tempat di mana abu pendiri Kerajaan Majapahit dan penggagas Nusantara I Raden Wijaya didharmakan. Selain Candi Simping, Blitar juga menjadi tempat pemakaman proklamator Indonesia Ir Soekarno.

Rangkaian puncak Kirab Pemuda 2017 di Kabupaten Blitar dilaksanakan selama tiga hari (5-7/12). Selain menggali keindahan alam dan kekayaan budaya di Kabupaten Blitar, puncak acara kirab dimeriahkan berbagai kegiatan dan hiburan, diantaranya, parade budaya, pemecahan rekor muri gerakan pemuda membaca kitab, serta pameran kreatif pemuda.

Kirab Pemuda Nusantara 2017 diikuti perwakilan pemuda dari 34 provinsi di Indonesia yang terbagi dalam dua zona. Zona satu bergerak dari Miangas menuju Sabang, Aceh. Sedangkan zona dua dari Rote Ndao, NTT menuju Merauke dan semuanya akan bertemu di Blitar. (sak)

Batik Tulis Bikin SMP di Batu Jadi Rujukan

foto
Perwakilan Cak dan Ning SMP Negeri 1 Kota Batu memamerkan hasil karya batik tulis sekolahnya. Foto: Malangtoday.net.

Penerapan sistem Full Day School di SMP Negeri 1 Kota Batu mengantarkan namanya di seantero Jawa Timur. Pasalnya, melalui ekstrakurikuler batik tulis, sekolah ini lantas dinobatkan menjadi salah satu sekolah rujukan mewakili Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Dra Mistin mengatakan bahwa sekolah rujukan (SMPN 1 Kota Batu) ditunjuk langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mewakili Kota Batu.

“Adanya sekolah rujukan ini dalam rangka program penguatan karakter sehingga bisa dijadikan contoh bagi sekolah lain terpicu menerapkan ekosistem pendidikan yang baik,” ungkapnya seperti dikutip Malangtoday.net.

Kembali soal batik tulis, buah tangan anak-anak SMPN 1 ini memiliki tema motif ikon karakter khas Kota Batu, yakni motif apel dan banteng.

“Ini merupakan karya anak-anak ekstrakurikuler batik di sekolah kami ini sempat menjadi juara di even nasional, Mas,” ungkap salah satu perwakilan siswa SMPN 1, Rendi Purnawan.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Batu Bambang Irawan mengatakan bahwa kreativitas akademik dan juga non akademik para siswa ini diharapkan bisa menginspirasi sekolah lain di Kota Batu.

“Ya itu salah satu tugas kami di Kota Batu bisa menjadi inspirasi dan rujukan sekolah lain. Jadi gak hanya akademik, tapi juga non akademik. Salah satunya ya melalui karya seni ini kita bisa jadi jua nasional. Tujuannya ya biar semua sekolah di Jatim bisa sama-sama maju,” ujarnya.

Perlu diketahui, SMPN 1 Kota Batu ini juga didapuk menjadi tuan rumah dalam Gebyar Karya Sekolah Rujukan se-Jatim 2017. Merupakan ajang showcase (pameran) karya ilmiah maupun non ilmiah dari 38 sekolah rujukan terpilih di Kota/Kabupaten se-Jatim.

Adanya sekolah rujukan merupakan satuan pendidikan yang memiliki akreditas A dengan berbagai program penguatan karakter, budaya mutu dan penumpuan budi pekerti yang bisa dijadikan rujukan sekolah lain di sekitarnya. (mtd)

ANTV Sabet Penghargaan Televisi Peduli Budaya Lokal

foto
Menteri Perdagangan Enggartiarso Lukita menyerahkan penghargaan kepada ANTV. Foto Viva.co.id.

Stasiun televisi ANTV berhasil meraih penghargaan seni budaya dari masyarakat pekerja seni budaya Nasional, Komunitas Seniman Celaket di Jawa Timur.

Penghargaan sebagai Televisi Peduli Budaya Lokal untuk ANTV tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Enggartiarso Lukita, dalam perhelatan ‘International Celaket Cross Cultural Festival’ (ICCCF) ke 6 di Kota Malang, Jawa Timur.

Ajang festival dan perhargaan Internasional tersebut dimeriahkan di tiga panggung depan kantor Balaikota Malang dengan melibatkan 1.500 seniman lokal dan Nasional pada akhir pekan minggu lalu.

Erick Tohir selaku Direktur Utama ANTV menyampaikan apresiasinya atas inisiatif positif Komunitas Seniman Celaket Indonesia yang mengembangkan budaya Nasional melalui sebuah ajang festival budaya bertaraf Internasional.

“Selain sangat menghargai kiprah nyata penggiat-penggiat seni budaya nasional yang terlibat dalam ICCCF, saya juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada ANTV,” kata Erick Tohir dalam rilis yang diterima tim VIVA, Selasa (28/11).

“Ini tentu bentuk perhatian positif untuk ANTV yang dapat menjadi inspirasi bagi saya dan Tim ANTV agar selalu terus berupaya mengembangkan ide-ide kreatif anak bangsa melalui layar kaca nasional. Terima kasih atas semangatnya bersama ANTV untuk saling mendukung perkembangan seni budaya kreatif Indonesia,” tambah Erick Thohir.

International Celaket Cross Culture Festival (ICCCF) merupakan salah satu festival budaya terbesar di Malang, Jawa Timur. Dalam ajang yang telah berlangsung 6 kali dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ini, ANTV masuk menjadi salahsatu penerima penghargaan sebagai media yang memiliki kepedulian terhadap budaya lokal.

Penghargaan tersebut diberikan atas upaya ANTV mendukung dan memperkenalkan budaya Nasional, baik melalui program pemberitaan, program hiburannya, hingga beberapa siaran langsung spesial ANTV yang mengangkat cerita-cerita legenda budaya nasional, seperti siaran langsung: Mahabharata Show, Indonesia Keren 1, Indonesia Keren 2, hingga pertunjukkan Mahabharata Kembali.

“ANTV secara konsisten terus berupaya mengangkat konsep kreatif dan cerita budaya nasional melalui berbagai kemasan program spesialnya. Mulai dari komunikasi lintas budaya dengan negara sahabat yang disajikan melalui cerita serial, hingga ide-ide dengan muatan yang sarat akan local wisdom Indonesia selalu menjadi perhatian ANTV untuk berkembang sejalan dengan tumbuhnya ANTV saat ini,” tulis Otis Hahijary selaku Vice President Director ANTV.

“Keberhasilan ANTV meraih posisi terbaik tahun ini dalam persaingan industri penyiaran nasional tentu tak terlepas dari inspirasi-inspirasi budaya lokal yang disisipkan melalui program-program hiburan dan informasi ANTV tersebut,” kata Otis Hahijary. (ist)

Lestarikan Budaya Lewat Festival Jharan Kencak

foto
Seniman Jharan Kencak tengah mempertunjukkan atraksi kuda berdiri yang menghibur warga. Foto: Ist.

Bertujuan melestarikan kebudayaan setempat, Pemkab Lumajang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Jharan Kencak 2017 di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Minggu (26/11) lalu.

Kegiatan tahunan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Ke-762 Lumajang tersebut mendapat perhatian dari masyarakat setempat karena Jharan Kencak merupakan kearifan lokal yang lahir di tengah-tengah masyarakat pendhalungan atau masyarakat asimilasi budaya Jawa dan Madura.

“Kesenian Jharan Kencak telah diakui oleh Indonesia dengan diberikannya Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Mendikbud kepada Kabupaten Lumajang, sehingga kesenian itu tidak bisa diakui oleh kabupaten/kota lain karena sertifikatnya sudah berbunyi Jharan Kencak adalah budaya asli dari Lumajang,” kata Bupati Lumajang As’at seperti dilaporkan situs Tagar.id di Lumajang, Minggu (26/11).

As’at mengemukakan, Festival Kesenian Jharan Kencak merupakan upaya Pemkab Lumajang untuk melestarikan kebudayaan di Lumajang agar semakin dicintai dan dilestarikan oleh masyarakatnya.

Festival itu telah diselenggarakan Pemkab Lumajang sejak 2011 dan tahun ini sekitar 185 Jharan Kencak siap menghibur masyarakat di wilayah setempat, bahkan tidak hanya kesenian Jharan Kencak ditampilkan, namun ada kesenian Tari Kopyah.

“Sebuah tarian yang menggunakan kopyah atau songkok sebagai objek tarian yang digoyang-goyangkan oleh penari. Jharan Kencak Lumajang sudah dikenal tidak hanya di Jawa Timur, namun masyarakat di daerah lain mengapresiasi Jharan Kencak Lumajang hebat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Jarianto mengaku bangga terhadap kepedulian Pemkab Lumajang dalam melestarikan kebudayaan di daerah setempat, bahkan pihaknya memberikan penghargaan kepada Lumajang sebagai Kabupaten Peduli Wisata.

“Kegiatan Festival Jharan Kencak itu tidak hanya dapat melestarikan kearifan lokal Lumajang, namun juga dapat menciptakan suasana yang guyub rukun masyarakat Lumajang akan terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang As’ad juga menyerahkan Novel Etnografi tentang kisah inspiratif dari kesenian Jharan Kencak kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Novel tersebut hasil karya Rida Fitria yang juga istri Ketua Paguyuban Jharan Kencak Kabupaten Lumajang A’ak Abdullah Al Kudus.

Setelah dibuka oleh Bupati Lumajang, ratusan Jharan Kencak tersebut diarak dari alun-alun Kabupaten Lumajang menuju Gedung Olahraga (GOR) Wirabhakti Lumajang yang dipadati ribuan penonton di sepanjang jalan yang dilalui Jharan Kencak tersebut. (ant)

Remaja Jatim Menangi Gelar Batik Nusantara 2017

foto
Pemenang Putra Putri Batik Nusantara 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Foto: Jawapos.com.

Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2017 sukses digelar pada Sabtu (25/11) malam. Berlokasi di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, pihak Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) sebagai penyelenggara akhirnya menemukan pemenang untuk tahun ini.

Gelar Putra Putri Batik Nusantara 2017 dinobatkan kepada Steven Valerian dari Jawa Timur (Putra Batik) dan Agisha Febila dari Jawa Barat (Putri Batik) sebagai Juara 1. Sementara Juara 2 ditempati Abdy Azwar Sahi dari Banten dan Yasmin Oktavia dari Jawa Timur, ditambah Juara 3 yakni Dika Fadlika dari Jawa Tengah dan Tita Oxa Anggrea dari Jawa Timur.

Steven Valerian dan Agisha Febila seperti dilaporkan JawaPos.com, berhasil menang dari 26 peserta putra dan putri lainnya. Mereka juara setelah melewati seleksi cukup ketat pada tahap audisi yang diikuti sekitar 74 semifinalis.

Kemenangan dinilai langsung oleh para juri yang terdiri dari Tantie Koestantia (Pembina IPBN), Musa Widyatmodjo (desainer senior), Titiek Djoko (Yayasan Batik Indonesia) dan lainnya.

Ketua Umum Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) Ayu Dyah Pasha mengataian bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka melestarikan batik Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2009.

“Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2017, adalah sebagai wahana regenerasi untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan dikalangan anak muda sebagai pewaris budaya bangsa,” kata Ayu Dyah Pasha di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Wanita yang mencintai seni ini menambahkan, seluruh finalis Putra Putri Batik Nusantara 2017 telah menampilkan aksi terbaik selama audisi hingga malam puncak. Pada malam grand final pun menurutnya sudah tampil maksimal dengan balutan busana batik dari para perancang seperti Raden Surait, Danjyo Hijyoji dan Ambah Batik.

“Semoga Putra dan Putri Batik Nusantara 2017 bisa ikut ambil bagian mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui berbagai kegiatan di dalam maupun luar negeri,” ucap Ayu Dyah Pasha.

Penyelenggaraan Putra Putri Batik Nusantara 2017 mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif RI dan Kementrian Pariwisata RI. Tahun ini ajang tersebut mengangkat tema yang Pesona Batik Peranakan. (jpg)

Filosofi Serba Hitam di Hari Jadi Kabupaten Malang

foto
Tampilan busana adat Malangan yang dikenakan Bupati Malang aat Upacara Hari Jadi Ke-1257 Kabupaten Malang. Foto: Humas for MalangTIMES.

Jangan kaget apabila di Hari Jadi Kabupaten Malang, seluruh aparat sipil negara (ASN) mengenakan busana warna hitam setiap tahunnya. Warna yang identik dan dikesankan sebagai perwakilan suasana muram dan duka oleh sebagian orang.

Padahal, pemaknaan warna hitam yang disimbolisasikan sebagai lambang dari tanah tidak sekedar dilihat dari permukaannya saja.

Tapi, di tingkat filosofinya warna hitam merupakan warna yang diidentikkan dengan lambang kebijaksanaan. Serupa tanah yang tabah dengan kesadaran memangku segala beban yang dianugerahkannya.

“Karena itu busana adat Malangan lebih didominasi warna hitam. Warna kebijaksanaan yang diharapkan menjadi bagian pribadi seluruh masyarakat di Kabupaten Malang,” kata Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, yang mengenakan busana adat Malangan warna hitam dengan motif bunga kuning emas yang tersemat dari bagian kerah sampai bawah, Selasa (28/11) setelah acara upacara Hari Jadi Ke-1257 Kabupaten Malang.

Baju adat Malangan berwarna hitam merupakan bagian dari nilai-nilai budaya masa lalu yang kini dipertahankan sampai kini. Sebagaimana diketahui bahwa dalam rentang sejarah Jawa Timur (Jatim), riwayat kesejarahannya didominasi oleh tiga kerajaan besar. Yaitu Kerajaan Kediri, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Majapahit.

Barulah pada era Jawa Baru, masuklah pengaruh budaya dari Kerajaan Mataram Islam dari Jawa Tengah. Proses akulturasi budaya dalam berbusana inilah yang kini terlihat dari busana adat Malangan yang tiap tahun dikenakan oleh seluruh pejabat Pemerintahan Kabupaten Malang.

“Pemakaian baju adat dalam berbagai perayaan ini bukan untuk memperlihatkan strata, tapi malah sebaliknya. Seluruh dari kita menjadi satu dalam warna yang satu. Tidak ada strata dalam kebijaksanaan. Inilah filosofi dari baju adat yang kita kenakan,” terang Rendra kepada Jatimtimes.com.

Selain baju adat warna hitam, baik berkerah maupun tidak, biasanya juga dilengkapi dengan blangkon atau udeng. Di Malang sendiri, udeng khas Malangan adalah udeng kemplengan.

Walaupun tentunya saat ini banyak sekali modifikasi terhadap penutup kepala ini. Tapi, secara umum ada empat filosofis dari udeng Malangan ini. Yaitu gunungan, jeprakan, puteran dan tali wangsul.

Dari berbagai sumber yang ada, gunungan yang terdapat pada bagian belakang udeng melambangkan kekuatan rakyat Jawa yang kukuh bagai gunung dan juga merupakan lambang harapan yang tinggi.

Sedangkan jeprakan yang pada sisi kanan dan kiri memiliki tinggi yang sama, melambangkan keseimbangan pada hidup. “Yang berarti kita harus adil atau seimbang dalam melakukan sesuatu,” ujar Rendra yang juga sangat fasih dalam persoalan budaya jawa ini.

Puteran pada bagian depan melambangkan keterkaitan pada hal-hal yang berkebalikan itu tidak bisa dipisahkan. Misalnya siang-malam, baik-buruk, tua-muda, dan lainnya. Sedangkan tali wangsul adalah lambang orang Jawa yang saat meninggal nanti akan wangsul atau pulang ke Sang Pencipta.

Ikatan yang dihadapkan ke atas juga bermakna harus ingat kepada Tuhan. “Begitu dalamnya nilai filosofi dari sebuah busana masa lalu. Karena itu, kita terus lestarikan dalam kehidupan saat ini,” pungkas Rendra. (sak)

Jatim Proyeksikan Perupa Muda Go International

foto
Pameran seni rupa “Narative Fragment” di Hotel Singgasana Surabaya hingga 12 Desember 2017. Foto: Antara Jatim/ Hanif Nashrullah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemprov Jatim memproyeksikan perupa muda di wilayah provinsi setempat agar dapat tampil pada ajang kesenian di tingkat internasional.

“Sudah menjadi tanggung jawab pemeritah untuk memberikan fasilitas terhadap seniman Jawa Timur yang prestasinya baik tapi kesulitan akses untuk menampilkan karyanya,” ujar Kepala Disbudpar Pemprov Jatim Jariyanto saat membuka “East Java Young Artist Festival” (EJAF) 2017 di Surabaya, Selasa (28/11).

Maka Disbudpar Jatim seperti dilaporkan Antara Jatim, menggandeng Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) untuk memproyeksikan seniman setempat agar bisa tampil di pentas Internasional, salah satunya dengan menggelar EJAF yang mengangkat tema “Narative Fragment”.

EJAF menyuguhkan pameran seni rupa karya perupa-perupa muda dari seluruh kabupaten/ kota se- Jawa Timur, yang berlangsung di Ruang Lobi Hotel Singgasana Surabaya, 28 November – 12 Desember.

Ketua DKJT Taufik “Monyong” Hidayat menjelaskan para peserta yang berpameran di EJAF adalah perupa muda dengan usia maksimal 27 tahun.

DKJT menggandeng kurator seni rupa Syarifuddin untuk memilih 36 perupa muda dari seluruh kabupaten/ kota se- Jawa Timur untuk manampilkan masing-masing satu karyanya di EJAF 2017.

“Jatim memiliki 38 kabupaten/ kota. Tapi ada dua kabupaten yang tidak ikut dalam pameran ini karena kami tidak dapat menemukan perupa yang usianya di bawah 27 tahun,” katanya.

Taufik mengatakan seluruh perupa muda yang telah terpilih dan tampil di pameran EJAF 2017 selanjutnya akan diproyeksikan agar dapat mengikuti even kesenian bertaraf internasional di luar negeri.

“Ini dalam rangka kaderisasi. Ada subsidinya bagi peningkatan kualitas karya mereka. Program kami lebih visioner daripada sekadar rutinitas. Sehingga nanti akan ada akses bagi mereka untuk tindak lanjut kegiatan ini ke depan,” katanya.

Kurator Syarifuddin menilai bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan entitas kesenian yang begitu luas tapi tidak tersebar cukup bagus di keseluruhan wilayahnya yang disebabkan oleh perbedaan infrastruktur di tiap kabupaten/ kota.

“Ada kota yang senimannya sangat progresif, seperti di Kota Surabaya, Malang dan Pasuruan. Tapi di daerah kabupaten/ kota lain generasi senimannya terus memudar karena kesulitan akses untuk menampilkan karyanya,” ujarnya.

Namun menurut dia infrasturkur seni rupa sekarang sudah berubah. “Kalau dulu perupa sangat bergantung dengan kolektor dan pemilik modal, sekarang sudah dihinggapi infrastruktur baru era digital. Seniman sekarang sudah terbantu dengan media sosial untuk mencari pembeli,” katanya.

Meski begitu, dia menekankan, aktivitas seni tanpa infrastruktur memang tidak bisa maju. Selain itu memang diperlukan ajang seperti EJAF yang dapat membantu akses seniman-seniman muda untuk mendorong tampil di level internasional. (ant)

Menikmati 10 Pantai Terindah di Pulau Madura

foto
Pantai Slopeng terletak di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep. Foto: Reyginawisataindonesia.blogspot.com.

Pulau Madura adalah sebuah pulau nan indah dan memesona yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Selain terdapat wisata budaya karapan sapi yang sudah terkenal ke mancanegara, Madura juga banyak menyimpan pantai-pantai menarik dan indah yang tidaklah kalah dengan pantai indah lainnya di Indonesia.

Ada Pantai Lombang dan Pantai Slopeng di Sumenep, pantai-pantai di Kepulauan Kangean atau Pantai Siring Kemuning di Bangkalan. Mulai sekarang rencanakan liburan menikmati 10 pantai terindah di Madura yang bakal bikin terpesona melihatnya, seperti ditulis Reigina dalam blognya.

Pantai Lombang
Pantai Lombang adalah salah satu pantai terindah di Madura yang wajib dikunjungi saat berlibur ke tempat ini. Pantai yang terletak di Kecamatan Batang-batang, Sumenep ini juga merupakan salah satu wisata unggulan di Madura yang banyak dikunjungi wisatawan.

Di Pantai Lombang, kita akan disambut dengan hamparan pasir putih bersih berkilau dengan air lautnya yang jernih dan tenang. Selain itu rimbunnya pohon cemara udang akan membuat merasa tenang dan nyaman berlibur ke pantai ini.

Di pantai ini juga dapat bermalam dengan mendirikan tenda di tepian pantai. Sebab di pantai ini belum tersedia fasilitas hotel atau tempat penginapan yang memadai.

Pantai Slopeng

Selain Pantai Lombang, Madura juga memiliki pantai indah lainnya yang dapat kamu kunjungi dan nikmati yaitu Pantai Slopeng yang terletak di Kecamatan Dasuk, Sumenep atau berjarak sekitar 21 kilometer dari kota Sumenep.

Pantai Slopeng memiliki hamparan pasir putih bersih dan halus yang membentang sepanjang 6 kilometer sehingga kamu dan keluarga dapat bersantai dengan bebas sambil bermain pasir yang menggunung.

Suasananya yang tenang dan nyaman dengan lambaian pohon-pohon kelapa yang berdiri berjejer di sepanjang garis pantai. Dengan tenangnya suasana kamu akan betah berlama-lama menikmati keindahan Pantai Slopeng yang memesona ini.

Tunggulah sampai senja hari, karena Pantai Slopeng akan dihiasi panorama sumset yang sangat indah dan menakjubkan diatas cakrawala senja. Bayangan kita akan terlihat jelas saat berdiri di bibir pantai dengan disinari cahaya sunset yang mulai tenggelam. Pemandangan ini jangan sampai terlewatkan. Siapkan kamera untuk mengabdikanya.

Pantai Ponjug
Pantai Ponjuk terletak di Pulau Talango sebelah timur Pulau Madura ini menyajikan panorama pantai yang sangat indah dan memesona dengan hamparan pasir putih bersih nan lembut ini suasananya sangat sepi dan tenang sehingga sangat cocok sekali buat kamu yang menyukai suasana alam.

Pantai Badur
Pantai Badur terletak di Kecamatan Batu Putih, berada tidak jauh dari Pantai Slopeng yang terkenal dengan keindahan gunung pasirnya serta Pantai Lombang yang eksotis.

Mungkin Pantai badur ini belum begitu banyak dikenal karena letaknya yang cukup tersembunyi,. Namun hamparan pasir putih bersih nan halus sepanjang 2 kilometer serta hamparan batu karang menjadikan Pantai Badur seperti milik pribadi.

Kepulauan Kangean

Kepulauan Kangean yang termasuk ke wilayah Sumenep juga merupakan salah satu tempat wisata andalan Madura yang layak dikunjungi dan dinikmati keindahannya.

Hamparan pasir putih bersih dan halus dengan air lautnya yang sangat jernih berwarna hijau tosca serta pemandangan bawah lautnya yang indah memesona pastinya akan selalu memanjakan mata untuk terus memandanganya.

Kita juga dapat mengunjungi tempat-tempat indah lainnya di sekitar Pulau Kangean seperti Pulau Mamburit untuk melakukan aktivitas diving dan snorkeling,

Pantai Siring Kemuning
Pantai Siring Kemuning berjarak sekitar 41 kilometer dari kota Bangkalan atau tepatnya terletak di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Pesona pantai ini sangat indah dan menakjubkan untuk dinikmati. Hamparan pasir putihnya yang bersih dan berkilau serta suasananya yang masih sepi menjadikan Pantai Siring Kemuning tempat yang cocok untuk yang ingin mencari ketenangan.

Pantai Camplong
Pantai Camplong yang terletak di Sampang ini memiliki hamparan pasir putih bersih nan indah yang cukup luas sehingga dapat dengan bebas melakukan aktivitas di pantai ini seperti bersantai, berenang, bermain volley pantai atau menyewa perahu nelayan untuk ikut mencari ikan selama sekitar 20 menit di sekitar bibir pantai.

Pantai Jodoh
Apakah ingin mencari jodoh dan sedang mencari pasangan? Datanglah ke Pantai Jodoh di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Selain dapat menikmati pemandangan pantai yang indah memesona, Banyak pengunjung yang pernah datang ke pantai ini menemukan jodohnya.

Pantai jodoh memfasilitasi pengunjung dengan adanya kafe-kafe. Selain dapat menikmati menu makanan dan minuman, pengunjung juga diberi kesempatan saling tukar nomor handphone.

Pantai Ropet
Pantai Ropet terletak di kawasan Pulau Gili Iyang ini memiliki hamparan pasir putih bersih serta terumbu karang yang masih asri dan alami untuk dinikmati.

Selain memiliki pemandangan pantai dan bawah lautnya yang indah memesona, Pantai Ropet juga akan memanjakan mata saat senja tiba. Panorama sunset diatas cakrawala Pantai Ropet sangat indah menakjubkan.

Pantai Sambilangan

Pantai yang juga layak dikunjungi adalah Pantai Sambilangan yang terletak Desa Sambilangan, Bangkalan. Pantai yang masih sepi pengunjung ini menawarkan sensasi pantai dengan pemandangannya yang indah alami. Selain itu di Pantai Sambilangan juga terdapat sebuah mercusuar tua peninggalan Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1879 lalu.

Dengan tinggi 78 meter, menjelang senja hari dari sekitar mercusuar bisa menikmati keindahan sunset yang sungguh sangat indah dan menakjubkan untuk dinikmati.

Selain 10 pantai tersebut, Pulau Madura masih memiliki wisata lainnya seperti wisata budaya, sejarah dan arsitektur di Museum Keraton Sumenep, Masjid Jamik Sumenep, Kota Tua Kalianget, Rumah Adat Tradisional Madura Tanean Lanjhang atau melihat Benteng VOC Kalimo’ok di Kalianget. (ist)