Unik, Sosialisasi Pilgub Jatim Lewat Ketoprak

foto
Lakon Warianti tanding diusung, tentang kepahlawan ksatria perempuan. Foto: Istimewa.

Anggota Rampak Sarinah Kediri Komunitas Seni Budaya, Lilik Suharti melakukan terobosan menarik dalam melakukan kampanye kepemimpinan perempuan sekaligus sosialisasi tentang Puti Guntur Soekarno.

Rampak Sarinah Kediri menyelenggarakan pertunjukan ketoprak gratis pada Senin 12/6) malam di Dusun Tawang, Desa Sumber Bendo, Kec Pare, Kab Kediri.

Group Ketoprak Gajah Mada asal Jombang pimpinan Kang Jari mementaskan lakon serial Sudiro dengan judul WARIANTI TANDING. Cerita tentang kepahlawan seorang ksatria perempuan Warianti dalam membela negaranya dengan cara menumpas para penjahat yang merugikan negaranya.

Pertunjukan yang berlangsung santai dan interaktif tersebut dihadiri sekitar 500 orang dalam gedung sementara berdinding bambu sumbangan penduduk sekitar. Para pemain maupun penabuhnya sudah sepuh-sepuh bahkan pesinden utamanya berusia 70 tahun namun pengunjungnya para muda dan anak-anak yang antusias menunggu babak lawakan dengan tokohnya Budi Jambul.

Eva Sundari dengan didampingi pengurus Rampak Sarinah Kediri membuka pertunjukan dengan memberikan pidato pengantar. “Ini lakon asyik, sesuai trend jaman yaitu meningkatnya kepemimpinan perempuan seperti yang pernah Indonesia punya mulai Ratu Sima, Gayatri hingga Megawati. Kita harus lanjutkan dengan memenangkan Mbak Puti yang cucu Bung Karno demi memenangkan Jokowi,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini bersemangat.

Eva Sundari selanjutnya menandaskan bahwa berpolitik memang harusnya ada demensi budaya karena sebenarnya politik berisi nilai-nilai mulia. Dengan demikian politik bisa membawa kegembiraan dan perdamain.

“Kita dukung strategi berpolitik Rampak Sarinah yang mengintegrasikan seni budaya untuk memperhalus budi dan mencerdaskan jiwa”, kata Eva Sundari dalam sambutannya. Lilik Suharti menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut juga dimaksudkan sebagai partisipasi Rampak Sarinah dalam mengisi Bulan Bung Karno. (ita)

Jokowi: Maju Terus, Insya Allah Terkabul

foto
Presiden RI Joko Widodo dan Puti Guntur Soekarno pada acara Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Foto: Istimewa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya minta Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno turut aktif menjaga Pancasila. Jokowi juga berpesan agar pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu tetap bersemangat untuk turun menyapa seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.

Pesan itu disampaikan Jokowi saat Puti Guntur menghadiri undangan peringatan Hari Lahir Pancasila depan Gedung Pancasila Kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (1/6) lalu.

Di sela acara ramah tamah usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila itu, Puti dipanggil Jokowi untuk mendekat dan mendampinginya. Dalam kesempatan mengobrol, Jokowi dan Puti juga membahas perkembangan Pilkada Jawa Timur.

Menurut Puti, Presiden Jokowi memberi semangat kepadanya untuk maju terus, hingga garis finish. “Pak Jokowi menanyakan, bagaimana Mbak perkembangan Jawa Timur. Saya ceritakan semua perjuangan Gus Ipul dan saya, sampai hari ini,” kata Puti. Dalam Pilkada Jawa Timur 2018, Gus Ipul dan Puti Guntur merupakan pasangan calon nomor urut 2.

Presiden Jokowi pun berpesan agar Puti tetap bersemangat, dan agar jalan terus untuk menemui warga masyarakat Jawa Timur dari berbagai lapisan dan golongan. “Semangat ya Mbak. Jalan terus,” kata Jokowi dikutip Puti.

Jokowi lantas menceritakan pengalaman dirinya ketika berlaga di Pilkada DKI, tahun 2012. Ia terus bergerak, tanpa lelah, ke berbagai tempat di ibu kota. “Tidak usah tengok kanan-kiri. Terus bergerak, menemui rakyat. Insya Allah cita-citanya terkabul dalam memimpin Jawa Timur,” pesan Jokowi.

“Obrolan terus berlanjut, sampai saya diminta mengantar Presiden Jokowi hingga di pintu mobil, sebelum akhirnya meninggalkan tempat,” tambah Puti.

Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Puti diundang sebagai cucu Bung Karno. Putri Guntur Soekarno mendampingi Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Peringatan itu juga dihadiri keluarga-keluarga BPUPKI dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Selain Puti, hadir pula cucu Bung Karno, Menko PMK Puan Maharani. Juga Meutia Hatta dan Halida Hatta putri Proklamator Bung Hatta, mantan Wakil Presiden. Ada pula keluarga A.A. Maramis dan Abdurrahman Baswedan. (ist)

Rekor MURI 2.797 Rampak Barong di Trenggalek

foto
Puti Guntur Soekarno menyaksikan Rekor MURI Rampak Barong di Trenggalek. Foto: Istimewa.

Komitmen pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Gus Ipul-Mbak Puti untuk mengangkat budaya Jawa Timur tidak perlu dipertanyakan lagi. Komitmen itu bukan hanya sekedar klaim, janji ataupun pemanis belaka.

Komitmen untuk mengangkat budaya adiluhung yang ada di Jawa Timur itu dibuktikan dalam pagelaran Rampak Barong yang digelar di Stadion Menak Sompal Kabupaten Trenggalek pada Kamis (31/5). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya pun mencapai 2.797 Rampak Barong.

Belum lagi, ribuan penonton yang hadir memenuhi dalam tribun dan luar stadion. Mereka tumplek blek untuk menyaksikan pagelaran Rampak Barong dari berbagai daerah di Jawa Timur yang diselenggarakan Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur.

Acara yang dinobatkan masuk Museum Rekor Indonesia sekaligus dikukuhkan sebagai Rekor Dunia oleh MURI itu semakin meriah karena dihadiri langsung oleh Puti Guntur Soekarno, cucu sulung Presiden pertama RI, Soekarno.

Sambutan kehadiran calon wakil gubernur Jatim nomor urut dua pun riuh menggema di dalam dan luar stadion. Termasuk para pemain pun ikut menari berlenggak-lenggok memainkan Rampak Barong dengan diiringi jingle lagu ‘Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur’.

Wasekjen DPP PDI P Ahmad Basarah, Ketua DPD PDI Jatim Kusnadi, Ketua TMP Jatim M Nur Arifin, tokoh masyarakat Trenggalek serta jajaran PDIP dan para kader hadir di acara yang menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang Kediri dengan 2.000 peserta.

Basarah mengajak agar masyarakat Jawa Timur memilih pemimpin yang peduli dan melestarikan budaya Indonesia. “Marilah kita mendukung cucu pertama Bung Karno, Mbak Puti Guntur Soekarno sebagai wakil gubernur Jawa Timur yang peduli dan melestarikan budaya,” ajaknya, seperti dikutip Merdeka.com.

“Jangan sampai salah memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang nasionalis dan religius, dan itu ada di dalam sosok Gus Ipul dan Mbak Puti,” ungkapnya.

Piagam rekor Muri diserahkan Sri Widayati, perwakilan dari MURI kepada Ketua DPD Taruna Merah Putih Jawa Timur Mohammad Nur Arifin serta Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno.

Puti Guntur Soekarno berpesan, agar kecintaan terhadap budaya dan kesenian tradisional asli Indonesia harus tetap dijaga dan dilestarikan. Ia pun berkomitmen dengan Gus Ipul mempertahankan dan mengangkat potensi kesenian dan budaya di Jawa Timur.

“Potensi itu yang kemudian hari bisa menjadi potensi wisata. Kita harus mencintai dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia,” ungkap dia. Selain pagelaran Rampak Barong, acara tersebut juga digelar pengajian dan aksi bagi takjil kepada 5.000 warga.

“Di sini kita sambil ngabuburit dengan menyaksikan pagelaran Rampak Barong,” kata Ketua TMP Jatim M Nur Arifin dengan berucap syukur pagelaran Rampak Barong sukses dan meriah digelar di Kabupaten Trenggalek. (ist)

Napak Tilas, Puti Ingatkan Pesan Bung Karno

foto
Puti Guntur Soekarno saat mengunjungi kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto. Foto: Istimewa.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno napak tilas di Mojokerto. Cucu Soekarno ini mengingatkan supaya generasi muda tidak lupa terhadap sejarah-sejarah yang ada di Indonesia.

“Saya selalu ingat kata-kata Bung Karno, Jas Merah ‘jangan sekali-kali meninggalkan sejarah’. Itulah pesan beliau,” kata Puti dalam kunjungannya ke Mojokerto bersama rombongan, Minggu (27/5).

Puti menuturkan, dalam kunjungan ke Mojokerto memilik kesempatan untuk jalan-jalan melihat situs-situs Majapahit. Hal ini dilakukan sembari menunggu buka puasa yang dilakukan di Mojokerto.

Bagi Puti, Mojokerto memiliki nilai historis yang sangat luar biasa menuju berdirinya Indonesia. Negara Indonesia, ujar Puti merupakan negara yang unik dengan berbagai suku, etnis, bahasa yang merupakan tarikan kesejarahan yang tidak bisa dilupakan dahulu kala.

Nusantara Majapahit telah menancapkan dasar negara dengan adanya ‘sumpah amukti palapa’ yang diucapkan Gajah Mada. Sebuah sumpah kesetiaan yang dimiliki Gajah Mada untuk kerajaan Majapahit kala itu.

Dari sebuah sejarah itu, Bung Karno menarik ke dalam sebuah negara ke dalam Negara Indonesia. Keberadaan simbol-simbol Indonesia dan nilai-nlai yang terkandung didalam Pancasila sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, Majapahit.

Dimana nilai-nilai sudah tertuang dan tertulis didalam kitab ‘negarakertagama’. “Masa lalu merupakan kaca benggala masa depan. Indonesia mempunyai peradaban tinggi, buktinya Majapahit,” ujar Puti.

Majapahit, lanjut dia, merupakan negara maritim yang menguasai wilayah kelautan. Fakta ini kembali akan diwujudkan dengan menghidupkan Negara Indonesia sebagai negara Maritim. Kemaritiman ini nantinya akan membuat Indonesia semakin jaya, dan disegani negara-negara lain.

Indonesia ungkap Puti bak negara terpendam, ketika dipoles dengan baik maka negara ini akan bergeliat menjadi negara besar. Karena sejarah membuktikan bagaimana Majapahit mampu menjadi kerajaan besar yang sudah menguasai nusantara. “Seni dan budaya Indonesia juga sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita mempertahankan dan melestarikan seni dan budaya itu,” tuturnya.

Untuk itu, sebagai bentuk tanggung jawab bersama, para seniman dan tokoh budaya harus berupaya untuk terus melestarikan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Karena seni dan kebudayaan merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan hingga penghabisan.

“Maka adalah tanggung jawab kewajiban kita semua para tokoh, seniman dalam menjaga seni budaya lokal dan kearifan. Ini pencerminan trisakti Bung Karno ke dalam tiga pembangunan karakter yang didasari kebudayaan Bangsa Indonesia,” ucap Puti. (arf)

Darah Seni Bung Karno, Puti Ketagihan Melukis

foto
Puti menyaksikan lukisan dirinya pada sebuah pameran lukisan di Surabaya. Foto: Istimewa.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno mewarisi darah sang kakek, Soekarno sebagai seniman. Puti ketagihan untuk melukis didepan seniman-seniman lukis Jawa Timur.

Keahlian Puti dalam melukis terlihat dalam pameran dan lelang lukisan Perjuangan Jawa Timur pada event di Hotel Bumi Surabaya. Puti sangat menikmati menuangkan ide melalui lukisan diatas kanvas putih yang telah disediakan.

Pelan tapi pasti, goresan tinta diatas kanvas terus melaju, hingga jadilah lukisan yang menarik. Hasil lukisan Puti langsung mendapatkan sambutan hangat dari seniman Jawa Timur, mereka terkagum-kagum dan tidak menyangka bisa melihat ketrampilan Puti dalam melukis.

“Kami ingin Mbak Puti kembali melukis untuk menunjukan keahliannya,” kata Heri Purwanto, Koordinator Relawan Bakti Puti Jawa Timur, seperti dikutip Merdeka.com.

Heri mengatakan, relawan Bakti Puti melihat, Puti merupakan sosok mutitalenta dalam kesenian. Cucu Bung Karno itu akan melukis, menari, bermain musik dan menyanyi.

Acara bertajuk kesenian ini akan dilakukan dalam sebuah acara bernama ‘Gelar Ragam Ekspresi Seni’ di Pendopo Agung Trowulan Mojokerto, Sabtu (26/5) mulai pukul 14.30 WIB.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Relawan Bakti Puti Jawa Timur ini melibatkan seniman dari kota Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang.

Mereka akan melukis bersama, menyajikan karya tari dan juga pertunjukan musik, semua acara nantinya akan melibatkan sosok Puti.

“Kita bukan kampanye, karena Mbak Puti pada dasarnya memang seniman multitalenta, kami hanya mempertemukan Mbak Puti dengan komunitas seniman agar dia dapat berinteraksi dengan bahasa seni-budaya,” jelas Heri.

Untuk itu, Heri meminta supaya masyarakat yang ingin melihat kemampuan Puti dalam hal kesenian tidak diperkenankan memakai atribut partai. Hal ini bertujuan untuk menjaga marwah acara seni budaya.

Dalam acara nanti, Sutradara acara dipercayakan kepada Nugrah Wijaya alumni ISK Jogjakarta, penata tari Triyas Kustanto, musik oleh Pathak Warak Kustik, dan sebanyak 45 pelukis akan melukis on the spot.

“Selain semua atraksi kesenian itu, Mbak Puti juga akan menyampaikan pokok-pokok pikirannya mengenai seni budaya dalam sebuah orasi budaya, dan diakhiri dengan berbuka bersama,” ujarnya.

Bukan hanya itu, untuk menunjukkan komitmennya yang kongkrit dalam seni budaya, Puti juga akan memberikan apresiasi kepada sejumlah seniman dan pelestari seni tradisi. Hal ini semakin mengokohkan kalau Puti benar-benar mewarisi darah Soekarno sebagai sosok yang memakai kebudayaan untuk pendekatan politik.

Pendamping Gus Ipul ini meyakini kalau kebudayaan mampu menyatukan orang-orang dengan caranya sendiri.

“Bicara seni lukis, terus terang saya bukan kolektor. Tapi saya tahu dan selalu melihat koleksi lukisan dari kakek saya (Bung Karno) yang ada di istana di Indonesia. Dari cerita ayah saya bahwa memang Bung Karno sering mengundang seniman makan pagi di istana untuk berdiskusi,” kata Puti. (ist)

Kutuk Teror, Puti: Rakyat Jatim Tidak Takut!

foto
Puti Guntur Soekarno saat berdoa di acara Festival Sholawat Bunda Sahto. Foto: Istimewa.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno mengutuk keras aksi terorisme yang menyerang sejumlah tempat ibadah di Surabaya, Minggu (13/5)lalu.

“Warga Jawa Timur tidak takut pada terorisme. Masyarakat Jatim adalah masyarakat pemberani yang sejak era penjajahan selalu berdiri di garis terdepan membela republik ini,” kata Puti.

Saat menghadiri Festival Sholawat Bunda Sahto di Ngantru Tulungagung, Puti mengajak ratusan ibu-Ibu anggota Muslimat dan Fatayat peserta festival menundukkan kepala untuk mendoakan korban teror Surabaya.

Selain itu, untuk berdoa agar kejadian yang mengoyak perikemanusiaan ini tidak terulang kembali.

“Tundukkan hati, untuk mengetuk langit dengan sholawat, berdoa kepada Allah SWT untuk mereka dan keselamatan kita semua,” tuturnya.

“Meski para korban beda keyakinan, tapi mereka adalah saudara-saudara sebangsa kita,” tambah Puti.

Islam, kata dia, tak menoleransi segala bentuk aksi kekerasan. “Justru Islamlah yang harus merangkul, dan memberi rasa aman bagi umat lain,” tuturnya.

Teror yang diluncurkan para teroris hari ini, jelas Puti, tidak akan membuat masyarakat Jawa Timur mundur sejengkal pun untuk terus berjuang mewujudkan bangunan masyarakat yang makmur dalam keberagaman dan bahagia dalam harmoni.

Puti mengajak seluruh warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendukung seluruh kekuatan negara guna memberantas segala bentuk aksi terorisme yang merongrong persatuan Indonesia.

“Para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat selalu bersama dan mendukung penuh semua kebijakan negara untuk melawan segala bentuk terorisme,” ujarnya.

Kepada para korban dan keluarga, Puti menyampaikan duka dan empati yang mendalam. “Kita berdoa sepenuh hati untuk mereka. Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik untuk korban dan keluarga,” ucapnya.

Pendamping Cagub Saifullah Yusuf ini mengatakan, negara harus memastikan bahwa kejadian di Surabaya adalah peristiwa menyedihkan terakhir yang terjadi berkaitan dengan tindakan terorisme.

Ke depan, Puti mengajak seluruh warga masyarakat mempererat tali solidaritas untuk tidak memberi ruang bagi tumbuhnya gerakan radikal. Sikap gotong royong dan saling memiliki harus terus dijaga dan ditumbuhkan di seluruh jiwa masyarakat.

“Satu warga Jatim terluka, kita semua merasa sakit,” ucap dia. (ist)

Hari Ini, Pesan Kebangsaan Guntur Soekarno Putra

foto
Puti Guntur Soekarno diapit ayah dan ibunya. Foto: Istimewa.

Sedikitnya 1.500 kalangan soekarnois, marhaenis dan nasionalis se-Jawa Timur bakal menegaskan dukungannya kepada pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno di Grand City Convention Centre Surabaya, Jumat (11/5).

Penegasan dukungan para pengagum Bung Karno itu disampaikan langsung di depan Guntur Soekarno Putra, yang juga ayahanda Puti Guntur Soekarno. Putra pertama Presiden pertama RI itu bakal hadir di acara Temu Kangen Barisan Soekarnois Jawa Timur bersama Guntur Soekarno Putra.

Informasi dari panitia, acara itu akan dihadiri 1.500-an tokoh dari eksponen barisan Soekarnois di Jawa Timur. Di antaranya dari elemen organisasi kaum nasionalis, budayawan, akademisi, elemen GMNI, dan kalangan relawan.

Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk Gus Ipul-Mbak Puti, Ahmad Basarah, memastikan Guntur akan hadir di Grand City untuk bertemu dengan para pencinta Soekarno se-Jawa Timur.

“Sejak menghilang dari panggung politik nasional awal tahun 1970-an, baru kali ini Mas Tok (sapaan akrab Guntur) mau tampil lagi di hadapan publik,” kata Ahmad Basarah, Kamis (10/5) malam.

Politisi yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menyebutkan, Guntur diagendakan akan menyampaikan pidato kebangsaan. Selain itu, Guntur juga bakal minta doa restu dan dukungan kepada masyarakat Jatim, khususnya kaum Soekarnois, atas pencalonan putri semata wayangnya, Puti di Pilkada Jatim 2018.

Sementara itu, Ketua Panitia Temu Kangen Barisan Soekarnois Jawa Timur Eddy Wahyudi mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat kepastian antara 1.500 hingga 2.000 Kaum Soekarnois yang bakal hadir. Menurutnya, mereka terdiri dari 34 simpul organisasi yang berbasis nasionalis.

Mas Tok, jelas Eddy, ingin menyapa dan bertemu Barisan Soekarnois serta Front Marhaenis secara langsung. Gaya pidato Guntur yang mirip Bung Karno, sebut Eddy, akan mengobati rasa kangen kalangan nasionalis terhadap Bapak Pendiri Bangsa.

Sejak zaman orde baru, imbuh Eddy, Guntur jarang terlihat di muka umum. Padahal, imbuh Eddy, pria kelahiran Jakarta 3 November 1944 ini sempat diharapkan masyarakat bisa menggantikan Bung Karno sebagai pemimpin nasional. (sak)

Mbak Puti Soal Rumah BK yang Tinggal Pondasi

foto
Puti Guntur Soekarno saat berada di pondasi rumah yang pernah ditempati Bung Karno. Foto: Istimewa.

Sebagai cucu Bung Karno, setiap kampanye ke berbagai daerah di Jawa Timur, Cawagub Puti Guntur Soekarno selalu menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang terkait erat dengan eyangnya, Ir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia.

Seperti saat ke Jombang pertengahan April lalu, Puti Guntur mendatangi rumah yang dulunya pernah ditempati Bung Karno saat masih muda. Rumah tersebut terletak di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.

Tidak seperti bekas tempat tinggal Bung Karno muda di Ndalem Pojok, Wates, Kabupaten Kediri yang sekarang masih berdiri dan terawat dengan baik. Di Ploso Jombang, bekas rumah pendiri republik ini, sekarang tinggal pondasinya dan sudah ditumbuhi tanaman.

Kus Hartono, seorang sejarawan yang mendampingi Mbak Puti di Rejoagung mengatakan, dulunya Kusno (nama Bung Karno saat masih bocah) pindah dari Surabaya ke Jombang sekitar Desember 1901. “Kusno pindah ke Jombang karena ikut ayahnya, Raden Sukemi yang dipindahtugaskan mengajar ke Ploso sini,” jelas Kus Hartono.

Kusno sendiri tinggal di rumah tersebut sampai tahun 1905 dan sempat belajar mengaji kepada KH Abdul Mukti, pengasuh Ponpes Kedungturi. “Dari rumah ini juga penggantian nama Kusno ke Soekarno digagas walaupun resmi digantinya di kota lain,” tambah Kus.

Dia berharap, dengan kedatangan Mbak Puti di kemudian hari ada perhatian lebih kepada rumah tersebut. Misalnya dibuat monumen cagar budaya yang menunjukkan di tempat itu dulunya terjadi peristiwa penting.

Selain di Jombang, Kusno atau Bung Karno pernah tinggal di Ndalem Pojok, Wates, Kabupaten Kediri. Di sini, Bung Karno punya ayah angkat, namanya RM Soerati Soemosewojo.

Di masa muda Kusno sering sakit, sehingga ayah angkatnya mengganti namanya menjadi Soekarno. “Perubahan nama itu dilakukan di Ndalem Pojok,” ungkap kata Kus Hartono.

Sementara itu, Puti Guntur pun berharap bekas rumah Bung Karno di Ploso, Jombang, lebih diperhatikan. “Saya akan sampaikan ini ke Yayasan Bung Karno, karena mereka juga memperhatikan napak tilas dan peninggalan-peninggalan Bung Karno,” katanya. Selain itu Mbak Puti juga berharap Pemkab Jombang lebih memperhatikan rumah peninggalan Bung Karno tersebut. (ist)

Puti: Dorong Wisata Candi, Manfaatkan Teknologi

foto
Puti Guntur Soekarno bersama warga saat mengunjungi Candi Pari di Sidoarjo. Foto: Istimewa.

Puti Guntur Soekarno yang berlaga di Pilgub Jawa Timur terus mendorong tumbuhnya desa wisata. Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 itu mengajak generasi milenial mengangkat wisata yang berbasis situs masa lalu.

“Salah satunya candi atau bangunan pubakala lain. Jawa Timur menyimpan banyak situs sejarah, karena pada masa lalu di provinsi ini pernah berjaya kerajaan-kerajaan seperti Kahuripan, Singasari, Majapahit, Blambangan dan sebagainya,” kata Puti, Minggu (22/4)

Menurut dia, desa wisata biasanya diangkat dengan basis situs bangunan masa lalu, seni kebudayaan, kehidupan adat istiadat dan daya tarik alam. “Kemarin saya mengunjungi Candi Pari di Sidoarjo, peninggalan Majapahit di era Raja Hayam Wuruk. Kawasan itu bisa tumbuh menjadi desa wisata,” ujarnya, dikutip BeritaJatim.com.

Salah satu perhatian mantan anggota DPR RI Komisi membidangi Pariwisata ini, setiap kampanye ke daerah adalah mengenali potensi wisata. Ia juga aktif bertemu dengan kelompok-kelompok sadar wisata.

“Generasi milenial menyukai travelling, eksplorasi dan road trip. Candi-candi di Jatim bisa dirangkai menjadi paket perjalanan. Di Blitar ada Candi Penataran. Di Malang masih terawat sejumlah candi. Begitu pula di Trowulan Mojokerto, pusat Majapahit. Juga di beberapa daerah lain,” ungkapnya.

Dengan mengunjungi candi, kata Puti, generasi milenial dan masyarakat pada umumnya tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga mengenali falsafah, sejarah dan kebijaksanaan nenek moyang. “Karena candi di masa lalu dibangun oleh pemerintah kerajaan, dengan tujuan atau momentum tertentu, termasuk kepentingan spiritual,” tutur cucu Bung Karno ini.

Bersama Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Puti telah menyusun program kerja ‘Seribu Dewi’ atau Seribu Desa Wisata. Program ini disusun untuk mengangkat potensi wisata lokal dan mengungkit ekonomi baru di masyarakat.

“Salah satu isinya, kita bikin model gaya baru membantu pemasaran desa wisata. Misalnya candi, kita bisa manfaatkan teknologi augmented reality atau AR berbasis aplikasi interaktif, yang memadukan obyek virtual berupa teks, gambar, animasi ke dunia nyata. Ini mudah untuk menyasar kaum milenial. Bisa juga untuk pembelajaran di sekolah,” ujar dosen tamu di Kokushikan University Jepang ini.

Gus Ipul-Puti memimpikan desa-desa wisata akan terhubung dengan pusat-pusat ekonomi sekitarnya. Sejumlah desa wisata, misalnya, begitu areanya dibuka dan dipopulerkan, akan mengungkit pergerakan ekonomi warga setempat.

“Sekarang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, media sosial, social messenger, desa-desa wisata bisa cepat dikabarkan dan diketahui masyarakat luas. Tentu fasilitas dan kapasitas kelompok warga pengelolanya juga kita tingkatkan,” tegas putri tunggal Guntur Soekarnoputra ini.

Candi Pari yang dikunjungi Puti Guntur terletak di Porong, Sidoarjo. Candi ini peninggalan Hayam Wuruk, raja terbesar Majapahit. Bersama warga setempat, Puti mendiskusikan pengembangan Candi Pari sebagai destinasi wisata di Sidoarjo. “Bisa juga ditunjang dengan mengungkit tumbuhnya pelaku UMKM di sekitar sini, jika tingkat kunjungan masyarakat signifikan,” pungkasnya. (ist)

Barisan Soekarnois Jatim Menangkan Gus Ipul-Puti

foto
Acara Barisan Soekarnois Jawa timur di Hotel Narita Surabaya. Foto: Istimewa.

Pendukung Soekarno terus bergerak cepat untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Mereka bertemu di Surabaya untuk melakukan konsolidasi memenangkan paslon nomor urut dua.

“Kita melakukan pertemuan untuk konsolidasi seluruh Soekarnois se-Jawa Timur,” kata Ketua Barisan Soekarnois Surabaya, Ali Yuddin kepada Merdeka.com di Hotel Narita, Surabaya, Rabu (18/4) malam.

Ali mengatakan, dalam pertemuan kali ini hadir perwakilan dari kabupaten/kota, mulai Jombang, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Surabaya.

Dalam pertemuan ini, banyak elemen-elemen yang datang untuk ikut konsolidasi memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti, mereka adalah GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), dan Alumni GMNI se-Jawa Timur.

Pertemuan ini sebagai langkah awal untuk melakukan konsolidasi lebih lanjut. Sesuai dengan rencana, konsolidasi akbar lanjutan akan dilakukan di wilayah Mataraman, di antara daerah yang memastikan ikut adalah Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Blitar, Ngawi, dan Madiun.

“Kita agendakan pertemuan berikutnya di Mataraman, kita semakin optimis dalam memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti,” ujarnya.

Ali menuturkan, saat ini Soekarnois terus bergerak untuk memenangkan pemilihan gubernur Jawa Timur. Keberadaan Puti Guntur Soekarno sebagai keturunan Soekarno menjadi motivasi tersendiri untuk memenangkannya. Perwujudan Puti merupakan titisan Soekarno untuk mewujudkan ideologi di pemerintah.

Barisan Soekarnois yakin Puti merupakan pimpinan amanah yang akan mewujudkan kakeknya untuk mensejahterakan marhaen. Kemunculan kekuatan Barisan Soekarnois ini, lanjut Ali merupakan kekuatan yang tersembunyi.

Soekarnois bakal diperhitungkan jika memutuskan terjun ke dunia politik. Karena kekuatan massa Soekarnois sangat besar di Jawa Timur. “Kami memutuskan untuk memenangkan Mbak Puti sebagai pendamping Gus Ipul dalam pemilihan Gubernur,” ucap Ali.

Ketua Panitia Pertemuan Barisan Soekarnois Jawa Timur, Edy Wahyudi menambahkan dalam konsolidasi yang dilakukan antar kader Soekarnois tidak berlandaskan asal partai. Dalam pertemuan ini, seluruh pengikut Soekarno menginginkan keturunannya bisa ikut memimpin Jawa Timur menjadi lebih baik.

“Kita tidak melihat partai tetapi Mbak Puti yang masih keturunan Bung Karno,” katanya.

Untuk bisa mewujudkan kemenangan bersama Puti, Dosen Untag Surabaya ini mengaku telah mengundang kader GMNI, GSNI, maupun alumni GMNI. Undangan ini bersifat pribadi, bukan membawa organisasi. Karena dalam keanggotaan GMNI, misalnya juga terdapat kader-kader yang masuk ke partai yang tidak mendukung Puti Guntur Soekarno.

Edy menyatakan, saat ini banyak kader yang menyatakan nasionalis. Tetapi mereka kehilangan arah dukungan yang tepat, dan menyalurkan dukungan kepada calon lain yang bukan kader nasionalis. “Kita tidak memaksa untuk memilih Mbak Puti. Tetapi cek nemene mengaku nasionalis yang dicoblos Khofifah,” ucap dia. (mer)